Apa Itu Retargeting Ads – Ada banyak strategi marketing yang bisa kamu gunakan untuk beriklan secara digital, seperti:
- SEO
- Content Marketing
- Social Media Marketing
- Email Marketing
- Pay-Per-Click (PPC) Advertising
Selain kelima strategi tersebut, ada strategi digital marketing lain yang terbukti efektif buat jangkau calon pelanggan yang potensial. Salah satunya yaitu retargeting ads.
Retargeting ads biasanya sering digunakan oleh agency untuk jangkau kembali audiens yang pernah berinteraksi dengan iklan kliennya.
Strategi tersebut jarang digunakan oleh pebisnis karena membutuhkan keahlian khusus di bidang advertising.
Makanya lebih sering digunakan oleh agency yang memang punya tim profesional berpengalaman dalam handling retargeting ads.
Ada cara khusus untuk menggunakan retargeting ads, kalau dilakukan asal-asalan yang ada hasilnya sia-sia, hanya buang budget iklan saja.
Untuk cari tahu bagaimana agency menggunakan retargeting ads, kamu bisa simak pembahasan artikel Aidee Lab kali ini, ya!
Selain membahas cara tersebut, juga akan membahas penjelasan apa itu retargeting ads secara lebih detail. Simak kedua pembahasan tersebut berikut ini.
Baca Juga: Apa Itu Leads dalam Digital Marketing?
Apa Itu Retargeting Ads: Teknik Agency yang Jarang Dibahas
Ada banyak teknik dan strategi yang dilakukan oleh pihak agency digital marketing untuk mencapai goals bisnis kliennya. Salah satunya yaitu menggunakan retargeting ads!
Buat kamu yang belum tahu apa itu retargeting ads, bisa simak pembahasan berikut untuk lebih detailnya.
Mengenal Apa Itu Retargeting Ads

Retargeting ads merupakan strategi iklan digital yang mana menargetkan kembali audiens yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan bisnismu. Adapun interaksinya bisa berupa:
- Mengunjungi website
- Melihat produk/layanan tertentu
- Menambahkan barang ke keranjang tapi nggak checkout
- Melihat konten iklan di Instagram atau Facebook
- Tertarik dengan postingan
- Menonton video iklan sampai durasi tertentu
- Mengklik iklan namun nggak melakukan konversi
Bisa dibilang strategi retargeting ads merupakan cara untuk mengingatkan kembali warm audiens agar melakukan tindakan, karena sebelumnya mereka sudah menunjukkan minat pada produk/layananmu.
Ada beberapa platform yang paling sering digunakan untuk melakukan retargeting, di antaranya:
- Meta Ads (Facebook & Instagram)
- Google Ads
- TikTok Ads
Cara kerja dari retargeting ads ini yaitu dengan menggunakan data perilaku audiens seperti cookie, pixel atau event tracking.
Ketika audiens melakukan aktivitas tertentu, sistem menyimpannya ke dalam data audiens khusus. Dari data tersebut, Anda bisa menjalankan iklan yang hanya tampil ke audiens tertentu.
Selain tujuannya untuk menjangkau warm audiens, ada tujuan lain dari retargeting ads. Simak beberapa tujuan lain dari strategi tersebut di pembahasan berikut ini!
Tujuan dari Retargeting Ads
Setelah membahas apa itu retargeting ads, kali ini akan membahas mengenai beberapa tujuan dari strategi tersebut. Simak lebih lengkap tujuan retargeting adsnya berikut ini:
- Mengubah Pengunjung yang Belum Beli Menjadi Pelanggan
Tujuan utama dari retargeting ads yaitu meningkatkan jumlah konversi. Ketika audiens pernah berkunjung ke website atau melihat produk/layananmu, sebenarnya mereka sudah punya ketertarikan walaupun masih kecil.
Kenyataannya banyak audiens yang nggak langsung melakukan tindakan pada kunjungan awal. Biasanya mereka menunda untuk membandingkan harga atau memikirkan ulang kebutuhan.
Bisa dibilang retargeting ads ini untuk mengingatkan kembali minat audiens.
- Membuat Audiens Teringat Terus dengan Brandmu
Di era sekarang ini, banyak sekali brand yang bermunculan sehingga membuat audiens cepat melupakan brand lainnya dah beralih tertarik menggunakan brand kompetitor.
Strategi retargeting ads merupakan salah satu cara untuk menjaga brandmu agar bisa diingat audiens terus-menerus hingga mereka tertarik menggunakan brandmu.
Efek dari retargeting ads ini cukup signifikan karena membuat audiens akhirnya membeli brand yang sering mereka lihat dan muncul pertama kali di pikiran mereka.
- Mempercepat Customer Journey
Banyak calon pelanggan yang membutuhkan beberapa tahapan sebelum mengambil keputusan.
Tahapan mereka bisa panjang, mulai dari mengenal brand, mencari tahu manfaat/benefit, melihat social proof, hingga akhirnya memutuskan membeli produk/layanan.
Bisa dibilang retargeting ads ini sebagai penghubung konsumen untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, seperti awareness – consideration – conversion.
Pada intinya, retargeting ads mempercepat customer journey sehingga proses pengambilan keputusan nggak memakan waktu terlalu lama.
Baca Juga: Kenapa Bisnis Jasa Perlu Agency Spesialis Meta Ads?
- Memaksimalkan Hasil dari Trafik yang Sudah Ada
Salah satu keunggulan dari retargeting ads yaitu bisa efisiensi biaya. Sangat disayangkan jika kamu sudah keluar banyak budget, namun nggak ada hasil yang didapatkan.
Makanya perlu data audiens saat melakukan retargeting agar CPC nya murah, CTR nya tinggi, biaya per hasil rendah, jumlah pembelian meningkat.
Dengan melakukan retargeting ads, budget yang dikeluarkan bekerja dua kali lebih efisien dibandingkan menjangkau cold audiens.
- Membangun Kepercayaan Audiens
Banyak calon pelanggan ragu membeli karena mereka nggak percaya dengan produk/layanan yang ditawarkan.
Ada keraguan saat ingin membeli produk/layanan seperti apakah kualitasnya bagus, layak untuk dibeli, atau apakah brandmu bisa dipercaya?
Untuk melakukan retargeting ads, kamu bisa menampilkan konten iklan yang bisa membangun kepercayaan calon pelanggan dengan menggunakan testimoni, portofolio, before-after, dan lainnya.
Baca Juga: Apa Itu Retargeting Iklan dan Kenapa Penting untuk Bisnis Jasa
Cara Agency Digital Marketing Kelola Retargeting Ads

Setelah sebelumnya membahas mengenai apa itu retargeting ads serta tujuannya, kali ini kamu harus tahu bagaimana cara agency digital marketing mengelola strategi marketing tersebut.
Berikut ini beberapa cara yang biasanya dilakukan oleh agency digital marketing untuk kelola retargeting ads:
Melakukan Audit & Memastikan Tracking Berfungsi
Cara pertama yang biasanya dilakukan oleh agency saat kelola retargeting ads yaitu melakukan audit tracking. Perlu kamu tahu, retargeting ads hanya bisa dilakukan jika datanya lengkap dan akurat.
Nantinya agency akan mengecek beberapa tahapan berikut:
- Meta Pixel atau Google Tag sudah terpasang di website/landing page
- Memastikan event penting seperti ViewContent, Add to Cart, Initiate Checkout, dan Lead berjalan sempurna
- Nggak ada event duplicate yang membuat data “noise”
- Parameter tracking (UTM) sudah disiapkan
Membuat Customer Journey & Membuat Funnel Retargeting
Agency nggak langsung lakukan retargeting ads, mereka membuat customer journey lalu membuat funnel retargeting sehingga bisa menjangkau warm audiens dengan tepat sasaran.
Adapun funnel yang agency dibagi menjadi awareness – consideration – intent – conversion.
Retargeting ads biasanya disesuaikan dengan level di mana audiens tersebut berada. Strategi ini jarang dilakukan oleh pebisnis saat mengelola iklannya sendiri, karena butuh data dan keahlian dalam melakukan strategi tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Warm Audience & Bagaimana Cara Membangunnya?
Membuat Pesan Iklan yang Relevan
Retargeting ads nggak hanya sekedar menjangkau warm audiens saja, namun harus mencocokkan pesan iklan dengan pain point dan kesiapan audiens membeli produk/layanan.
Dengan ad copy yang relevan, retargeting ads akan terasa lebih “ngena”, bukan seperti iklan generik yang diulang-ulang.
Bagi kamu yang ingin melakukan retargeting ads, namun bingung gimana caranya, bisa banget gunakan agency digital marketing dari Aidee Lab.
Bersama Aidee Lab, semua dilakukan dengan terencana mulai dari perencanaan awal sampai akhir, kami pastikan goals bisnismu tercapai sesuai harapan.
Tertarik? Kamu bisa langsung klik KONSULTASI GRATIS sekarang juga untuk mulai konsultasi bersama tim profesional berpengalaman kami!
