fbpx

Cara Menentukan Budget Iklan Bagi Kamu yang Ingin Beriklan

Dalam beriklan pastinya kamu membutuhkan biaya untuk membuat iklannya dan menayangkan iklan tersebut, bukan? Biaya iklan sendiri bukanlah terbilang murah, maka dari itu jika kamu ingin mengiklankan bisnis kamu harus menentukan budget iklan sebaik mungkin.

Dengan biaya beriklan yang sangat mahal, kamu perlu memikirkan bagaimana cara menentukan budget iklan sehemat mungkin.

Dengan mempertimbangkan biaya iklan yang mahal, kamu perlu berupaya agar produk yang kamu tawarkan menarik minat banyak orang melalui iklan tersebut.

Baca Juga : Digital Marketing Agency Ini Tawarkan Tarif Jasa SEO Murah

Di artikel kali ini akan membahas lebih lanjut bagaimana kamu harus membuat budget untuk iklan produk kamu agar tidak mengeluarkan biaya yang mahal. Simak cara menentukan budget iklan berikut ini sampai habis ya!

Cara Menentukan Budget Iklan untuk Produk Bisnis Kamu

Kamu harus bisa memikirkan bagaimana cara menentukan budget iklan untuk mengiklankan produk yang kamu tawarkan. Hal ini dikarenakan dengan adanya ketentuan budget tersebut, biaya pengeluaran bisnis kamu dapat diminimalisir sehingga tidak terlalu besar.

Budget iklan merupakan salah satu biaya pengeluaran untuk promosi suatu produk untuk beberapa periode tertentu.

Tujuan dibuatnya budget iklan karena untuk menghitung berapa banyak biaya pengeluaran yang sebelumnya sudah direncanakan dalam mencapai tujuan dari pemasaran.

Bagi kamu yang masih bingung bagaimana caranya, kamu bisa menyimak pembahasan di artikel ini sampai habis agar tidak kebingungan lagi.

1. Pilar dalam Membuat Budget untuk Iklan Produk

Sebelumnya kamu harus mengetahui terlebih dahulu ketiga pilar dalam membuat budget untuk iklan produk bisnis kamu. Berikut ini beberapa pilar yang perlu kamu ketahui.

a. Analisis Situasi

Kamu perlu melakukan analisis situasi terlebih dahulu untuk memahami peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh bisnis kamu, baik dari segi internal maupun eksternal.

Dengan menganalisis secara terstruktur mampu memisahkan antara bisnis kamu, pelanggan, dan juga persaingan di pasar. Hal ini juga dapat menghubungkan tren – tren sosial budaya, ekonomi, teknologi, dan politik.

Pada akhirnya, analisis situasi bisa menetapkan kerangka perkerjaan untuk pengembangan dalam merencanakan strategis bisnis kamu.

b. Segementasi, Target dan Pemosisian

Segmentasi merupakan sebuah proses yang mana sebuah kelompok pelanggan dapat diidentifikasikan. Kelompok pelanggan ini terbentuk dengan cara dipilih melalui variabel psikografis, demografis, dan geoografis.

Melalui analisis segementasi, target dan pemosisian ini kamu bisa mengidentifikasikan peluang secara potensial untuk dikejar oleh kelompok pelanggan.

Untuk penargetan, biasanya kelompok pelanggan mempunyai keterlibatan di dalamnya. Faktor penargetan ini sendiri yaitu daya beli, loyalitas si pelanggan, atau ukuran pasarnya. Ketika segmentasi pasar diberi peringkat dengan cara ordinal maka yang memiliki nilai akan ditargetkan.

Selanjutnya ada pemosisian, yang mana hal ini membutuhkan sebuah strategi untuk mengembangkan pasar yang di targetkan.

Tujuan dari pemosisian ini yaitu untuk memberikan kepastian bahwa nilai proposisi terhubung dengan pasar yang telah ditargetkan.

Perlu kamu ketahui bahwa analisis segmentasi, target dan pemosisian ini sangat berperan penting terhadap maksimalnya dampak dari kampanye sebuah iklan.

Tidak hanya itu, analisis ini juga penting dalam membuat rumusan strategi secara efisien untuk mengurangi biaya yang banyak.

c. Pengembalian Investasi

Pengukuran dampak kampanye iklan sangat penting karena pendapatan dari operasional bisnis kamu berperan krusial dalam memahami hubungan antara pengeluaran dan pendapatan dari iklan.

Baca Juga : Mau Produk Laku? Coba 8 Cara Jualan Online Ini!

2. Metode yang Digunakan untuk Menentukan Budget Iklan

Beberapa metode yang biasa digunakan untuk menentukan budger iklan adalah sebagai berikut.

a. Metode Paritas Kompetitif

Jenis metode yang satu ini merupakan strategis yang biasa digunakan oleh para pebisnis yang tidak menginginkan bisnisnya kalah saing dengan bisnis orang lain.

Metode ini tidak menjamin hasilnya bagi bisnis kamu, maka dari itu metode paritas kompetitif ini mempunyai batasannya.

b. Metode Objektif dan Tugas

Metode ini biasanya dipakai oleh pebisnis yang sudah mempunyai bisnis yang besar. Dengan menggunakan metode objektif dan tugas bisa menghasilkan hubungan yang kuat antara pengeluaran iklan dengan tujuan pemasaran. Metode ini hanya berguna jika tujuan strategisnya jelas.

c. Metode Presentase Penjualan

Perlu kamu ketahui anggaran biaya belanja iklan haruslah akurat dan membutuhkan analisis data historis secara mendalam agar bisa lebih memahami hubungan antara iklan juga pendapatan.

Biasanya bisnis B2B membelanjakan pendapatan bisnis mereka ke iklan sebesar 2% sampai 5%, sedangkan bisnis B2C membelanjakan pendapatan bisnis mereka ke iklan sebesar 5% sampai 10%.

Baca Juga : Ketahui 2 Rekomendasi Jasa Iklan Ads Agar Bisnismu Tahan Lama

3. Beberapa Cara Menentukan Budget Iklan

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menentukan budget iklan agar kamu tidak mengeluarkan banyak biaya saat beriklan.

a. Menentukan Estimasi Biaya untuk Beriklan

Bagi kamu para pemula yang ingin mulai beriklan khususnya beriklan secara online, maka kamu perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp300.000 sampai Rp1.000.000 untuk per bulannya.

Jika kamu beriklan di Facebook Ads, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya Rp10.000 saja.

b. Menentukan Tujuan dalam Beriklan

Dalam beriklan kamu harus terlebih dahulu menentukan tujuannya untuk apa. Apakah kamu ingin membangun brand awareness? Membuat traffic jadi meningkat atau meningkatkan penjualan produk kamu.

Tujuan ini harus jelas, jika sudah jelas kamu bisa mencari tahu Cost Per Acquisition (CPA) dan kamu bisa secara langsung melakukan Forecast. Dan jangan lupa kamu tentukan berapa banyak yang ingin kamu hasilkan.

c. Mengetahui Karakteristik Platform yang Digunakan untuk Beriklan

Jika kamu sudah menentukan tujuan iklan, langkah selanjutnya adalah memahami karakteristik tiap platform yang akan digunakan untuk mengiklankan produk kamu.

Kamu harus tahu bahwa karakteristik Google Ads dan Facebook Ads itu sangat berbeda. Biasanya Google Ads lebih mahal biayanya untuk sekali Cost Per Click (CPC). Jadi kamu tidak bisa menyamakan biaya beriklan di Facebook Ads dan Google Ads.

d. Mengoptimasi Biaya Beriklan

Ada dua cara yang bisa kamu lakukan dalam hal mengoptimasi biaya iklan. Pertama, kamu bisa menentukan berapa biaya yang akan kamu habiskan.

Jika biaya yang kamu keluarkan tidak banyak, maka eksperimen yang kamu lakukan akan sedikit hasilnya dan tidak maksimal.

Kedua, Jika kamu menginginkan optimasi biaya dengan melalui target, maka kamu bisa memilih capaian seperti apa yang diinginkan dan melihat apakah biaya yang dioptimalkan sudah optimal atau belum.

Jika kamu merasa biaya yang digunakan kurang, kamu dapat melakukan koreksi terhadap anggaran biaya yang telah dikeluarkan dan melakukan perbaikan.

e. Menentukan CPC dan CPM

Cost Per Click (CPC) dan Cost Per Mille (CPM) merupakan jenis pengukuran yang bisa menentukan kapan kamu harus membayar iklan yang kamu tayangkan.

Untuk lebih mudah memahaminya, platform yang menggunakan metode CPC kamu harus membayar jika mendapatkan satu klik dari iklan yang ditayangkan.

Baca Juga : Mau Buat Iklan? Lakukan 7 Cara Ini Sebelum Memilih Jasa Iklan!

Bingung Cara Menentukan Budget Iklan? Pakai Saja Jasa dari Aidee Lab!

Bagi kamu yang masih pemula dan bingung bagaimana cara menentukan budget iklan lebih baik kamu menggunakan jasa dari Aidee Lab.

Di Aidee Lab, kamu bisa memilih berbagai jasa untuk memasangkan iklan dari produk kamu. Mereka menyediakan jasa pasang iklan Google Ads, jasa pasang iklan Meta Ads, dan lainnya.

Untuk harga, kamu tidak perlu khawatir karena biaya yang mereka tawarkan sangat murah dan terjamin! Jadi tunggu apalagi? Hubungi sekarang juga nomor yang tertera di website Aidee Lab sekarang juga.

Rate this post
Farah Fadhillah Khairani
Farah Fadhillah Khairani

Halo, saya suka menulis artikel SEO, blog, dan konten media sosial yang meningkatkan engagement dan konversi.