Mengenal Apa Itu Holding Company — Beberapa perusahaan tetap terus melakukan perkembangan bisnis mereka dengan berbagai cara, mulai dari melakukan inovasi hingga mendirikan anak perusahaan.
Untuk mendirikan anak perusahaan tentunya membutuhkan strategi yang lebih matang karena ada banyak tantangan yang akan dihadapi perusahaan saat awal merintis.
Maka dari itu, kehadiran holding company sangat dibutuhkan saat mendirikan perusahaan, agar semua tantangan dan hambatan dapat diatasi dengan strategi yang tepat tanpa harus mengorbankan reputasi perusahaan.
Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi holding company saat mendirikan anak perusahaan, diantaranya:
- Perlu menjaga koordinasi antara holding company dan subsidiary, terutama jika ada perbedaan regulasi, geografis, hingga budaya
- Tindakan anak perusahaan dapat mempengaruhi reputasi holding company, maka dari itu butuh manajemen risiko dan pengawasan yang tepat
- Adanya perbedaan hukum dan regulasi yang berlaku
Jika Anda ingin mengenal apa itu holding company lebih jelasnya, Anda bisa simak artikel MBD Corp kali ini sampai selesai, ya!
Mengenal Apa Itu Holding Company Lebih Detail
Holding company yaitu perusahaan induk yang memiliki saham di beberapa anak perusahaan. Adanya kepemilikan saham membuat holding company memiliki hak untuk mengendalikan arah dan kebijakan subsidiary company.
Walaupun di bawah holding company, anak perusahaan tetap berdiri sebagai badan hukum yang terpisah dengan nama, pengurus, dan kegiatan operasional masing-masing.
Bisa dibilang, holding company tidak menyatu ke semua anak perusahaan, namun mengendalikannya melalui kepemilikan saham.
Namun, tidak semua holding company hanya mengelola saham. Ada perusahaan induk yang memang murni menjadi pemegang saham, ada juga yang tetap menjalankan operasional sendiri sambil memiliki anak perusahaan.
Jenis-jenis Holding Company yang Jarang Diketahui
Jarang orang tahu kalau holding company terdiri dari beberapa jenis. Berikut jenis-jenis company holding yang perlu Anda tahu!
| Jenis Holding Company | Penjelasan |
| Pure Holding Company | Pure holding company yaitu perusahaan induk yang dibentuk secara khusus untuk memiliki saham perusahaan lain. Jenis perusahaan ini tidak menjalankan kegiatan operasional bisnis secara langsung, namun fokus pada kepemilikan, pengawasan, pengendalian anak perusahaan. |
| Mixed Holding Company | Mixed holding company yaitu perusahaan induk yang tidak hanya punya saham di anak perusahaan saja, namun juga menjalankan kegiatan operasional bisnisnya sendiri. Jenis holding company ini membuat perusahaan memiliki dua peran sekaligus, yaitu sebagai pemilik perusahaan lain dan pelaku kegiatan usaha. |
| Immediate Holding Company | Perusahaan induk memiliki kendali langsung di beberapa anak perusahaan. Biasanya, jenis holding company ini berada satu tingkat di atas perusahaan yang dikendalikannya dan bisa menjadi bagian dari struktur holding yang lebih besar. |
| Intermediate Holding Company | Jenis holding company ini mengharuskan perusahaan berperan sebagai induk sekaligus anak perusahaan dalam struktur kepemilikan bertingkat. Perusahaan ini berada di antara perusahaan induk utama dan anak perusahaan lainnya, sehingga menjadi penghubung dalam pengelolaan kelompok bisnis. |
| Ultimate Holding Company | Ultimate holding company merupakan perusahaan induk tertinggi dalam kelompok usaha. Perusahaan ini tidak memiliki perusahaan induk lain di atasnya dan menjadi perusahaan utama yang mengendalikan struktur kepemilikan seluruh anak perusahaan dalam kelompok bisnis tersebut. |
Begini Cara Kerja Holding Company yang Benar
Untuk mengenal apa itu holding company lebih detailnya, Anda juga perlu tahu cara kerja perusahaan induk tersebut di pembahasan berikut ini.
Memiliki Saham di Anak Perusahaan
Holding company berperan mengakuisisi atau memiliki saham di anak perusahaan. Adanya kepemilikan saham memberikan hak kepada perusahaan induk untuk mengendalikan keputusan tertentu dan menentukan arah pengelolaan anak perusahaan.
Membentuk Struktur Anak Perusahaan
Setelah memiliki kepemilikan, holding company membentuk struktur hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang berada di bawahnya.
Setiap anak perusahaan memiliki identitas, manajemen, serta bidang usaha masing-masing, tetapi berada dalam satu kelompok kepemilikan yang terkoordinasi.
Menentukan Kebijakan dan Strategi Bisnis
Holding company berperan menentukan arah strategi anak perusahaan. Hal ini mencakup menetapkan target jangka panjang, kebijakan pengembangan bisnis, keputusan investasi, hingga strategi ekspansi yang akan dijalankan oleh anak perusahaan.
Mengawasi Kinerja Anak Perusahaan
Meskipun tidak selalu terlibat dalam kegiatan operasional harian, holding company tetap perlu melakukan pengawasan pada anak perusahaan.
Proses ini dilakukan dengan cara melakukan evaluasi laporan keuangan, pencapaian target, perkembangan bisnis, serta pelaksanaan kebijakan perusahaan.
Mengelola Investasi dan Alokasi Modal
Holding company juga mengatur penempatan modal dan investasi dalam kelompok usaha.
Perusahaan induk dapat menentukan alokasi sumber daya keuangan berdasarkan kebutuhan, potensi pertumbuhan, serta prioritas pengembangan masing-masing anak perusahaan.
Melakukan Evaluasi dan Pengembangan Bisnis
Tahap terakhir yaitu melakukan evaluasi keseluruhan kinerja kelompok usaha.
Hasil evaluasi menjadi dasar bagi holding company untuk menentukan langkah berikutnya, seperti pengembangan usaha, restrukturisasi, penambahan investasi, atau penyesuaian strategi bisnis.
Perusahaan yang Termasuk Dalam Holding Company
Jika Anda penasaran seperti apa holding company, maka MBD Corp merupakan salah satu contohnya! MBD Corp memiliki dua anak perusahaan yang berfokus pada bidang konstruksi dan desain arsitektur serta interior.
Kedua anak perusahaan memiliki layanan yang berbeda, tetapi berada dalam satu bidang usaha yang memiliki arah pengembangan bisnis yang saling berkaitan.
Sebagai holding company, MBD Corp berperan dalam mengkoordinasikan arah strategis dan pengembangan bisnis setiap anak perusahaan.
Melalui struktur ini, masing-masing anak perusahaan memiliki ruang untuk mengembangkan layanan, memperkuat identitas merek, serta menjalankan kegiatan operasional sesuai bidang keahliannya.
MBD Kontraktor

MBD Kontraktor merupakan salah satu anak perusahaan MBD Corp yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan pembangunan.
Layanannya mencakup pembangunan rumah dari awal, renovasi bangunan, desain arsitektur, hingga pembuatan custom interior.
MBD Kontraktor mengutamakan perencanaan yang terstruktur, transparansi Rencana Anggaran Biaya (RAB), kejelasan timeline pengerjaan, serta sistem pembayaran berdasarkan progres pekerjaan.
Caldera Studio

Caldera Studio merupakan anak perusahaan MBD Corp yang berfokus pada layanan desain arsitektur dan interior.
Studio ini memberikan solusi desain untuk kebutuhan hunian maupun ruang komersial dengan memperhatikan estetika, fungsi, kenyamanan, dan karakter setiap ruang.
Melalui pendekatan desain yang terencana, Caldera Studio membantu klien mewujudkan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan aktivitas penggunanya.
Kesimpulan
Dengan mengenal apa itu holding company mempermudah Anda untuk mengetahui kalau perusahaan induk memiliki kepemilikan atau kendali atas satu maupun beberapa anak perusahaan.
Adanya perusahaan induk bertujuan mengelola strategi bisnis, mengoptimalkan sumber daya, serta mengkoordinasikan berbagai unit usaha agar berjalan lebih terarah.
Dengan struktur pengelolaan yang tepat, holding company dapat membantu anak perusahaan memperkuat posisi bisnis dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
| Maksud mengenal apa itu holding company? Holding company adalah perusahaan induk yang memiliki saham atau kendali atas satu atau lebih perusahaan lain |
| Apa tujuan utama dibentuknya holding company? Untuk mengelola berbagai unit usaha, mengkoordinasikan strategi, mengoptimalkan sumber daya, dan meningkatkan efisiensi bisnis |
| Apa perbedaan holding company dan anak perusahaan? Holding company berperan sebagai perusahaan induk, sedangkan anak perusahaan menjalankan kegiatan bisnis sesuai bidangnya |
| Apakah holding company harus menjalankan kegiatan operasional? Tidak selalu. Beberapa holding company berfokus pada kepemilikan dan pengelolaan strategis, sementara operasional dijalankan oleh anak perusahaan |
| Apa keuntungan perusahaan memiliki struktur holding company? Dapat membantu pengelolaan bisnis lebih terstruktur, mempermudah koordinasi, mendukung ekspansi, dan mengoptimalkan pengelolaan aset |
